Skip to main content

Pengalaman Mengikuti AFS


Dear Reader,
kali ini Kris akan menceritakan pengalaman kris setelah mengikuti seleksi AFS tahap satu yang pertepatan pada tanggal 27 april 2014 di Universitas Pakuan di bogor. Selamat membaca...




Awalnya perasaan tuh pasti campur aduk. dari mulai registrasinya sampe selesai test juga tetep tegang..

#pas registrasi itu kita di suruh baris di lapangan yang gede banget, nah di situ tuh semua orang dari semua sekolah itu ada. bikin takut dan tegang karena kita kan tau Semua siswa-siswi yang ikut AFS itu pasti Murid cerdas di sekolahnya. gak akan ada siswa yang gak pinter di sana. sebagian orang mulai baca- baca hasil dari pencarian mereka.. berupa pengetahuan umum . karena semua orang mengira pasti PU tuh yang paling sulit. jadi gak ada yang keliatan belajar Essay dan bahasa inggris..

Setelah Registrasi kita pergi ke lapangan yang satu lagi untuk mendengarkan panduan-panduan ujian dari kakak-kakak di sana. setelah itu kita di antar ke ruang kelas yang gede banget dan sibuk cari cari tempat duduk.. dan lucunya di sini karna ada satu orang yang salah tempat duduk. kenapa lucu? karna cuma karena dia semua orang jadi salah kursi, gak semua si tapi ya lumayan banyak yang salah.

Masuk ke test Pertama Essay bahasa indonesia. Kita suruh memilih 1 dari 3 topik essay. Dan kalo difikir-fikir semuanya itu susah. kita dikasih satu kertas folio dan satu kertas buram. nah kan di sini kris binggung .. kertas buram buat apa.. ternyata kertas itu untuk nulis bebas tentang essay yang kita tulis . kaya struktur dan lain-lain. kalu untuk kris, kris gak biasa nulis di situ . jadi kertas itu kris kosongin . Topik essay kemarin yang kris pilih itu tentang Peraturan.

test essay selesai...
setelah itu kita di kasih snack untuk rehat sejenak,

nah abis itu PU..
PU itu WOW...

Ajaib bener itu soalll... Ajibb..
susah banget. . kalo ngak salah soalnya itu

kota penyelengara musim dingin, mata uang turki, dan yang paling ter up to date.. MH370.. waktu yang dikasih itu 120 menit untuk itu.

abis istirahat kita masuk lagi ke ruangan itu, dan aku telat lohh.. buru- buru deh lari ke kursi panas dan well.. english. murid murid yang lain tuh cuma 15 menit mungkin ngerjainnya karna pas kris liat ke seluruh penjuru ruangan.. semuanya udah tenang-tenang.. bagian ini tuh yang bikin nge down.. tapi kita harus optimis.. apapun keputusannya nanti kita tetep juara. gak poleh patah senmangat dan terus majuuu..

Dan reader doa in kris ya biar lolos. nanti kalo kris lolos kris akan share lebih banyak lagi ..

Thanks for Read
There's a will There's a Way..

Comments

Popular posts from this blog

Cyber Globalization Threats

The 21 century is the new reformation of the technology era. Cyber world bears into the new form every year. Every country competed to invent something which could facilitate the work. Therefore the world developed rapidly by the hand of technology. The technology used by people not only to simplify daily life but also to enhance their knowledge and communication. The biggest innovated in technology which had a big impact for human being occurred by mid late 2000s. It brought high changes in history. Currently, the technology controlled the information which raises a lot of positive and negative sides. The positive side might be profitable but the other side, it could be worse. The face pace of the information could not be rejected. It might spread the false information and will raise a lead to an unwise opinion. The worse could even ruin the system of a country. False Information or Hoaxes should be ceased with strict regulations in constitutions. Particularly, that shared in so...

World War 2

Perang Dunia II , atau  Perang Dunia Kedua  (biasa disingkat menjadi  PDII  atau  PD2 ), adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia —termasuk semuakekuatan besar—yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumla...